Naga Hai Galang Petak, Simbol Pelindung Hutan Kalteng di FBIM 2025

PALANGKA RAYA – Suasana penuh semangat dan warna-warni budaya khas Kalimantan Tengah mewarnai gelaran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025 yang digelar di Palangka Raya.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian tahun ini datang dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, yang mengusung konsep mitologis “Naga Hai Galang Petak” sebagai ikon pelindung hutan dan kekayaan hayati Bumi Tambun Bungai.

Kepala Dinas Kehutanan Agustan Saining, memimpin langsung partisipasi ini dengan semangat Isen Mulang—pantang mundur. Melalui tampilan atraktif bertema naga penjaga hutan, Dishut ingin menegaskan perannya dalam menjaga kelestarian hutan, mengamankan hasil hutan, hingga melindungi satwa liar endemik Kalimantan Tengah.

Naga Hai Galang Petak bukan sekadar sosok mitologis. Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, naga ini melambangkan kesuburan tanah, keberlimpahan tumbuhan dan hasil hutan, serta keseimbangan alam. Visualisasi naga dalam karnaval menjadi simbol keterpautan erat antara manusia dan hutan.

“Ini bentuk pengingat bahwa hutan adalah nafas kehidupan, dan kami berkomitmen menjaganya bersama masyarakat,”ucapnya.

Dinas Kehutanan bersinergi dengan masyarakat Kalimantan Tengah membentuk adanya Masyarakat Perduli Api yang secara sukarela terlibat dalam upaya pengendalian kebakaran hutan yang dimulai dari pencegahan, pemadaman sehingga penanganan pasca kebakaran.

“Dengan mengitegrasikan tentang Naga dan Hutan, masyarakat dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dalam strategi pembangunan Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Tidak hanya menjaga, melestarikan warisan alam dan budaya tetapi juga diharapkan memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam membuka peluang kemajuan ekonomi.

“Tentunya dalam hal ini yang berkelanjutan dan berintegritas yang kuat, masyarakat sejahtera dan hutan lestari serta menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Bermartabat untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.