
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat salah satu satwa endemik kebanggaan Pulau Kalimantan, yaitu Bekantan (Nasalis larvatus).
Bekantan merupakan primata unik yang mudah dikenali melalui hidungnya yang panjang dan besar, serta warna bulunya yang khas. Satwa ini hidup di kawasan hutan dataran rendah, terutama hutan mangrove, hutan rawa, dan wilayah sepanjang sungai.
Selain menjadi kekayaan keanekaragaman hayati Kalimantan, bekantan juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Dengan memakan daun, buah-buahan, biji-bijian, dan pucuk tanaman, bekantan turut berkontribusi dalam proses penyebaran biji serta regenerasi tumbuhan secara alami.
Namun, keberadaan bekantan menghadapi berbagai ancaman, terutama kerusakan habitat akibat alih fungsi lahan, degradasi hutan, serta aktivitas manusia yang mengganggu kelestarian lingkungan hidupnya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. H. Agustan Saining, S.Hut., M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan satwa liar dan kelestarian habitatnya.
“Bekantan merupakan salah satu kekayaan alam dan identitas keanekaragaman hayati Kalimantan yang harus kita jaga bersama. Melestarikan habitatnya berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan mewariskan kekayaan alam bagi generasi mendatang.”
Mari bersama menjaga hutan, melindungi habitat satwa liar, dan tidak melakukan perburuan maupun perdagangan satwa dilindungi.
Lindungi Bekantan, Lestarikan Satwa Kita! 🌿
#DishutKalteng#DinasKehutananKalteng#KenaliSatwaIkonikKalteng#Bekantan#NasalisLarvatus#SatwaEndemikKalimantan#KonservasiSatwa#PelestarianHutan#HutanLestari#KaltengBerkah#KaltengMaju






