🌿 DISKUSI PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL: MEMPERKUAT KOLABORASI UNTUK RESTORASI EKOSISTEM GAMBUT DAN KONSERVASI TN SEBANGAU 🌿

Minggu, 28 Juni 2026 – Taman Nasional Sebangau

Dalam rangka memperkuat upaya konservasi dan pengelolaan kawasan Taman Nasional secara berkelanjutan, dilaksanakan kegiatan Diskusi Pengelolaan Taman Nasional yang berpusat di kawasan Taman Nasional Sebangau.

Kegiatan diawali dengan perjalanan menuju Resor Mangkok, TN Sebangau, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan terhadap berbagai upaya restorasi ekosistem gambut. Peserta meninjau Sekat Kanal 1 beserta penjelasan mengenai kegiatan rewetting, Rumah Semi Permanen (RSet), alat pengukur Tinggi Muka Air (TMA), serta capaian pemulihan ekosistem yang telah dilaksanakan. Peninjauan juga dilakukan ke Sekat Kanal 2 sebagai bagian dari strategi pengelolaan hidrologi gambut guna menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk membahas berbagai strategi pengelolaan kawasan konservasi, penguatan kolaborasi antarinstansi, serta langkah-langkah adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Setelah kegiatan lapangan, rombongan melakukan kunjungan ke Visitor Center Taman Nasional Sebangau sebagai sarana edukasi dan informasi mengenai nilai penting ekosistem gambut, keanekaragaman hayati, serta peran masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, S.Hut., M.Si, menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pengelola kawasan, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Restorasi gambut dan pengelolaan taman nasional merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi, pemanfaatan ilmu pengetahuan, serta keterlibatan aktif masyarakat, kita dapat menjaga fungsi ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan kawasan terhadap dampak perubahan iklim,” ujar beliau.

#DishutKalteng
#TamanNasionalSebangau
#Konservasi
#RestorasiGambut