
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya meninggalkan hamparan lahan yang hangus, tetapi juga merusak ekosistem hutan dan lahan gambut yang membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih. Hutan yang terbakar kehilangan fungsi ekologisnya sebagai penyangga kehidupan, sementara gambut yang rusak kehilangan kemampuannya menyimpan air dan karbon.
Kerusakan tersebut mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya habitat satwa liar, meningkatnya risiko banjir dan kekeringan, serta pelepasan emisi karbon dalam jumlah besar yang mempercepat perubahan iklim. Pemulihan ekosistem hutan dan gambut memerlukan upaya restorasi yang panjang dan kerja sama dari semua pihak.
Mari bersama menjaga kelestarian hutan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak menyalakan api di kawasan hutan dan lahan gambut, serta mendukung upaya restorasi dan pelestarian lingkungan.
Hutan dan gambut adalah paru-paru bumi. Melindunginya hari ini berarti menjaga kehidupan untuk generasi mendatang.
🌱 Jaga Hutan, Jaga Masa Depan untuk Kalimantan Tengah yang BERKAH.
🔥 Cegah Karhutla, Lindungi Alam, Selamatkan Kehidupan!
#DishutKalteng#KalimantanTengah#CegahKarhutla#LindungiHutan#LahanGambut#RestorasiGambut#JagaLingkungan#KeanekaragamanHayati#BerAKHLAK#BanggaMelayaniBangsa






